SELAMAT DATANG DI umarsurati.blogspot.com SEMOGA BLOG INI BISA BERMANFAAT BAGI ANDA SEMUA . . . :)

Sabtu, 16 Agustus 2014

4 PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO dan 5 PILAR PENDIDIKAN di INDONESIA

4 PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO dan 5 PILAR PENDIDIKAN di INDONESIA


A. Empat Pilar Menurut UNESCO

Dalam buku Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (2001:13) paradigma pembelajaran tersebut akan menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif, yakni: belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).

a). Konsep learning to know menyiratkan makna bahwa pendidik harus mampu berperan sebagai informator, organisator, motivator, diretor, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, danevaluator bagi siswanya, sehingga peserta didik perlu dimotivasi agar timbul kebutuhan terhadap informasi, keterampilan hidup, dan sikap tertentu yang ingin dikuasainya. Yusak (2003) mengatakan bahwa secara kreatif menguasai instrumen ilmu dan pemahaman yang terus berkembang, umum atau spesifik, sebagai sarana dan tujuan , dan memungkinkan terjadinya belajar sepanjang hayat.

Albert Einstein

  
Albert Einstein lahir di Ulm, Wurttenberg, Jerman pada tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal pada tanggal 18 April 1955 dalam usia 76 tahun. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia dan ibunya bernama Pauline. Mereka meniakh di Stuttgart, Bad Cannstatt. Mereka adalah keturunan Yahudi.
          Keberhasilan Einstein dalam dunia fisika tidak terlepas dari peran ayahnya. Ayahnya menampilkan berbagai hal yang dapat membantu perkembangan otak Einstein ketika dirinya masih kecil. Ayahnya mengajak Einstein untuk mencermati dengan baik kompas kantung. Einstein memahami bahwa kantung yang bergerak mengikuti arah angin dikarenakan kantong tersebut merupakan ruang yang kosong. Itu merupakan pelajaran yang diberikan a yahnya yang sangat berpengaruh dalam pengembangan dan penemuan fisikanya.
          Pada masa kecilnya, Einstein bukanlah siswa yang pintar. Ia pernah gagal dalam belajar matematika yang ditekuninya sejak usia dua belas tahun. Tetapi, karena adanya kemauan dan belajar keras , ia dapat mengatasi keterbatasan yang dialaminya itu.
          Ia adalah fisikawan abad ke-20 yang mengemukakan teori relavisitas dan juga banyak menyumbangkan pemikiran atau teori pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam bidang fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentak efek fotoelektrik dan pengabdiannya bagi Fisika Teoretis. Salah satu teori Einstein yang terkenal adalah tentang relativitas.

Ibnu Sina – Ilmuwan Muslim Pakar Kedokteran Dunia

Assalamualaikum Kawan-kawan blogger....

Ibnu Sina / Aviciena
Kali ini aku bakal menulis biografi seorang yang sangat aku kagumi, Ibnu Sina. Beliau adalah salah seorang ilmuwan Muslim yang sangat terkenal di dunia (Muslim terkenal dengan gudangnya ilmuwan lho...bahkan sebelum orang Eropa dan Amerika bisa baca tulis). Orang barat menyebutnya Aviccena. Saking cerdasnya sampai-sampai beliau dijuluki sebagai bapak kedokteran dunia. Berikut ini biografi Ibnu Sina. (Dibaca sampai tuntas ya... buagus lho, biar gak kuper. Eits...jangan lupa abis baca dikomentari).
Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husain bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Sina. Dikalangan masyarakat barat ia dikenal dengan nama “Avicienna”. Selain sebagai ahli kedokteran, Ibnu Sina juga dikenal sebagai filosof, psikolog, pujangga, pendidik dan sarjana Muslim yang hebat.